isebelah, murobby,, sementara, agak, jauh, di, depannya, sang, akhwat, di, temani, murobbiyahnya, dengan, posisi, duduk, menyamping, menjauhi, sudut, pandangan, si, ikhwan., Setelah, sekian, lama, berlalu, tak, ada, pembicaraan,, sang, murobby, berbisik, pelan, pada, mad\'unya, yang, malu-malu, ini, \"Gimana, akhi,, sudah, lihat, akhwatnya, belum,, sudah, mantap, apa, belum, ?\" \"Sudah, Ustad,, saya, mantap, sekali, ustad,, akhwatnya, yang, sebelah, kiri, itu, khan?\" Murobbynya, kaget,, wajahnya, berubah, agak, kemerahan., \", Eh..gimana, antum, !, yang, itu, istri, saya, !\" Kriteria, (, 1, ) Seorang, Akhi, muda, yang, baru, lulus, S-2, di, luar, negeri, ditanya, oleh, ustadnya, mengenai, kriteria, akhwat, yang, diinginkannya., Maka, dengan, segala, idealisme, sebagai, seorang, Ikhwan,, mulailah, ia, mencari-cari, kriteria, dan, menuliskan, hampir, lebih, dari, sepuluh, kriteria,, kemudian, menyerahkan, pada, ustadnya, tersebut. Kriterianya, sangat, bermacam-macam, dan, agak, mengada-ada., Dari, yang, pertama, dia, harus, seorang, akhwat,, cantik,, pendidikan, tinggi,, Suku, Sunda,, berkacamata,, lulus, dengan, cumlaude,, hafal, sekian, juz., dan, demikian, seterusnya., Setelah, diproses, oleh, sang, ustad,, akhirnya, ia, diberitahu, bahwa, tidak, ada, akhwat, yang, bisa, sesuai, dengan, 10, syarat, tesebut., Kemudian, sang, Ikhwan, mengurangi, kriterianya, menjadi, 9,, setelah, diproses, sekian, minggu, ternyata, hasilnya, nihil., Kemudian, sang, ikhwan, mengurangi, satu, lagi, dari, kriterianya, menjadi, delapan., Dan, setelah, ditunggu, sekian, lama, hasilnya, tetap, nihil, karena, terlau, ideal, kata, ustadnya., Dan, demikian seterusnya, setiap, kali, gagal, sang, ikhwan, mengurangi, satu, kriteria., Sampai, setelah, lewat, lebih, dari, dua, tahun, sang Ikhwan, akhirnya, menemukan, pasangan, hidupnya.Tapi, itupun, setelah, kriterianya, tinggal, satu! Kriteria, (, 2, ) Seorang, Akhi, ditanya, sang, Murobby, tentang, kriteria, seorang, akhwat, yang, diinginkannya., Setelah, beberapa, saat, berpikir,, sang, Akhi, menjawab, dengan, malu-malu, \"Yang, pertama, Ustad,, dia, harus, seorang, yang, cukup, cantik.\" \"Astaghfirullah, Akhi,, bukannya, Rasulullah, menyuruh, kita, untuk, mengutamakan, agamanya, dulu, ?, \" \"Yang, itu, sih, bukan, masalah, ustad, ?, \" \"Bukan, masalah, bagaimana, akhi,, ada, hadist, nya, lho, ..\" \"Khan, yang, namanya, akhwat, pasti, berjilbab, gede,, berarti, semuanya, kita, anggap, sudah, punya, pemahaman, agama, yang, cukup, baik,, sekarang, tinggal, kriteria, selanjutnya, yaitu, yang, cantik, \" \", Antum, bisa, aja, cari, alasan, !\" Kriteria, (3) Lagi-lagi, seorang, Ikhwah, diinterogarsi, oleh, murobbinya, tentang, calon, akhwat, yang, diinginkannya., Ikhwan, yang, satu, ini, tampaknya, sudah, kena, blacklist, sama, murobbinya, karena, selalu, menolak, memberi, kriteria, ketika, ditanya. \", Akhi,, ini, yang, terakhir, kalinya,, kira-kira, seperti, apa, akhwat, yang, antum, inginkan, menjadi, pendamping, antum, dalam, berdakwah\" \"Sudah, deh, ustad,, ane, nggak, banyak, minta,, yang, asal-asalan, aja, \" Sang, Murobbi, pun, bengong, dibuatnya,, \"Asal-asalan, bagaimana, maksud, antum, ?, Antum, kan, punya, hak, untuk, mengajukan, kriteria.\" \"Maksud, ane,, asal, sholihah,, asal, cantik,, asal, kaya,, asal, hafal, Qur\'an,, asal, pintar,, dan, asal-asalan, yang, lainnya, .\" \"Pantes, saja, antum, nggak, nikah-nikah, !\" Masih, mau, Sekolah Seorang, ikhwan, yang, baru, saja, menyelesaikan, studi, S1, nya, menghubungi, sang, Murobby., Apalagi, kalau, bukan, untuk, meminta, sang, ustad, mencarikan, jodoh, terbaik, baginya., Tentu, saja, sang, akhi, ini, tidak, sekedar, ingin, menikah,, tapi, juga, siap, menikah., Lho,, apa, bedanya, ?. Ingin, menikah, bagi, seorang, akhi, cenderung, bersifat, objektif., Artinya, ia, menginginkan, atau, menuntut, seorang, akhwat, -yang, akan, menjadi, istrinya, nanti-, untuk, tampil, dengan, performance, dan, sifat, yang, terbaik,, menurutnya., Bisa, jadi, ia, ingin, seorang, akhwat, yang, harus, cantik,, tinggi,, pintar, masak,, cerdas,, penyabar, dan, lain, sebagainya., Atau, bisa, jadi, ia, menginginkan, yang, lebih, spesifik, misalnya, seorang, dokter,, dosen,, hafidzah,, atau, mungkin, yang, berasal, dari, suku, tertentu., Lebih, parah, lagi, jika, \'ingin, menikah\', di, sini, berarti, :, ingin, menikahi, ukhti, A,, B, atau, C., Yang, jenis, ini, bukan, berarti, tidak, boleh., Hanya, saja,, kurang, elegan. Lalu, bagaimana, dengan, siap, menikah?, Siap, menikah, bagi, seorang, akhi, berarti, kesiapan, dari, sisi, subjektif, dirinya., Artinya,, ia, akan, mengukur, kemampuan, dirinya, untuk, memimpin, rumahtangga,, tanpa, banyak, terpengaruh, faktor, siapa, yang, akan, mendampinginya., Dengan, bahasa, lain,, dia, punya, kesimpulan, :, \", yang, penting, ana, harus, siap, dan, baik, dulu,, siapapun, istri, ana, dan, bagaimanapun, dia,, toh, ana juga, yang, harus, membimbingnya, \"., Yang, jenis, ini, lebih, elegan., Artinya, siap, mental, dalam, menikah. Nah, kembali, ke, cerita, sang, akhi, yang, selain, ingin,, juga, siap, untuk, menikah., Sang, murobby, yang, dikonfirmasi, pun, menyambut, permintaan, ini, dengan, semangat., Betapa, tidak?, bukankah, menjodohkan, adalah, sebuah, amalan, mulia., Apalagi, yang, dijodohkan adalah, ikhwan, dan, akhwat, yang, masing-masing, mempunyai, misi, dan, visi, untuk, dakwah? Maka, dimulailah, proyek, perjodohan, yang, indah, dan, terjaga, oleh, sang, Murobby., Dari, mulai, tukar, biodata, sampai, ta\'aruf, belum, terlihat, ada, masalah., Namun, ketika, sang, murobby, mengkonfirmasi, kesediaan, sang, akhwat,, ternyata, sang, akhwat, menolak., Entah, sang, akhwat, punya, alasan, apa,, yang, jelas, ia, hanya, bisa, beralasan, pada, sang, murrobby, :\", Afwan, ustad,, saya, masih, mau, melanjutkan, sekolah, dulu..\" Terpukul, hati, sang, akhi, mendengar, jawaban, sang, akhwat., Pikirnya, dalam, hati,, mengapa, kalau, masih, mau, sekolah, ia, bersedia, memberikan, biodatanya, dan, bahkan, sampai, proses, taaruf, ? Sang, murrobby, pun, merasakan, hal, yang, sama., Ada, apa, gerangan, di, balik, penolakan, ini, ?. Sang, Akhi, beritikad, baik, untuk, tetap, menikah., Sang, murrobby, pun, kembali, dengan, senang, hati, membantu, sang, akhi., Dilalui, proses, dari, awal, sebagaimana, yang, pertama, tadi., Namun, sayang, seribu, sayang., Kasus, penolakan, yang, pertama, kembali, terulang., Masih, dengan, alasan, yang, sama, :, sang, akhwat, masih, mau, melanjutkan sekolah. Pusing, kembali, melanda, sang, akhi, kita, i
div>
 
 
  •Home•  • Login•  • Profil
 
 
BLOG

Kategori Aktif : Semua
Lelucon tentang Ta\'aruf
04 Mei 2008 14:00:48

Dapat dari milis eramuslim.

Aktifis jaman kini

Seorang ikhwan yang kuliah di semester akhir berazzam untuk menyempurnakan separuh dien-nya. Sebagaimana biasa, beliau pun menghubungi ustadnya dan memulai proses dari awal sampai akhirnya tiba saatnya untuk taaruf, yaitu dipertemukan dengan calonnya. Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan, dengan semangat
seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempat yang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi ...

377 kali dibaca | Komentar(9) | 0 File attachment
Konsultan TI Remote VS On Site
04 Mei 2008 10:32:29

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari sebuah pengalaman mengerjakan proyek TI, salah satu diantaranya adalah mengenai pemilihan metode pengerjaan proyek jika ditinjau dari lokasi proyek tersebut yaitu apakah proyek on site yang mana pengerjaan proyek dilakukan penuh di tempat klien dan proyek remote yang mana pekerjaan bisa dilakukan di kantor bahkan di rumah. Konsultan yang cenderung memilih mengerjakan proyek secara remote biasanya memiliki alasan bahwa produktivitas bisa dicapai bila seseorang ...

148 kali dibaca | Komentar(0) | 0 File attachment
Mengenal tanda - tanda proyek yang akan dibatalkan
21 April 2008 06:28:27

Sangat disayangkan sekali dalam realitas industri TI terdapat banyaknya jumlah proyek yang dibatalkan sebelum proyek itu selesai. Berbeda dengan industri - industri lainnya, industri TI biasanya melibatkan pekerja - pekerja yang tidak permanen di perusahaan, perusahaan melihat pengangkatan pekerja tidak permanan sebagai salah satu strategi untuk memotong pengeluaran perusahaan akibat ketidak-konsistenan dalam mendapatkan proyek setiap bulannya. Sehingga saat proyek dibatalkan, pekerja tersebut akan kehilangan pekerjaannya. Bagi para profesional TI terutama ...

187 kali dibaca | Komentar(0) | 0 File attachment
Jilbab Biru (Cerpen)
19 Maret 2008 21:11:29

Courtesy of Erwin Arianto (milis eramuslim)

Mas Ariesta Wirastiawan, telah bekerja disuatu perusahaan yang cukup baik. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng! dahulu Mas Ariesta juga udah mampu membiayai Kuliahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.

Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara
kami.Iaselalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. ...

311 kali dibaca | Komentar(1) | 0 File attachment
Menentukan anggaran proyek
02 Februari 2008 15:14:51


Dulu seringkali saya ditanya oleh beberapa teman kuliah mengenai tarif konsultan TI yang akan dibebankan kepada klien untuk suatu proyek pembuatan aplikasi, dan saat itu saya yang memang belum mengerti tentang perencaan anggaran biaya proyek hanya bisa
bilang "Ya terserah kamu, kan yang dapet proyeknya kamu" :D.

Kebanyakan seseorang yang bergerak secara independen (freelance) awalnya tidak mengetahui seberapa besar mereka harus menentukan nilai suatu proyek karena ...

267 kali dibaca | Komentar(0) | 1 File attachment

Halaman 1 dari 11 Halaman
1 2 3 ...11
Arsip
<< Mei 2009 >>
MSSRKJS
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      

© 2007 www.lastiko.net Hak cipta dilindungi.
rp Females Free Xxx yk j Xxx Free